Kalau kamu tinggal di Jakarta atau sedang mampir ke ibukota, kamu pasti pernah dengar soal gulai tikungan Blok M. Kuliner kaki lima satu ini memang legendaris banget, bukan cuma karena rasanya yang khas, tapi juga suasananya yang meriah setiap malam. Ya, gulai tikungan atau yang sering disebut gultik ini jadi salah satu kuliner malam paling ikonik di Jakarta Selatan yang selalu ramai, terutama di sekitar area Blok M Square dan Jalan Mahakam.
Yang bikin menarik, meskipun sederhana, gulai tikungan Blok M punya daya tarik yang bikin banyak orang rela antre. Porsinya memang kecil, tapi justru itu yang bikin kamu ketagihan. Apalagi dengan harga yang ramah di kantong, kamu bisa pesan lebih dari satu piring tanpa bikin dompet menangis. Gulai sapi yang disajikan dengan potongan lontong ini juga punya kuah gurih yang kaya rempah, ditambah kerupuk dan sambal bikin rasanya makin nendang!
Gultik bukan sekadar makanan, tapi juga pengalaman kuliner khas malam hari yang nggak tergantikan. Banyak yang datang ke sini bukan cuma buat makan, tapi juga nongkrong bareng teman, bahkan jadi tempat nostalgia bagi mereka yang dulu sering nongkrong di Blok M. Beberapa sumber bahkan menyebut tempat ini sebagai spot kencan malam para tokoh publik, salah satunya Ganjar Pranowo dan istri ketika masih muda.
Asal Usul dan Popularitas Gultik
Sebelum jadi seramai sekarang, gulai tikungan Blok M dulunya hanya dijual oleh beberapa pedagang yang mangkal di tikungan Jalan Mahakam, tepat di seberang Blok M Plaza. Seiring waktu, jumlah pedagang makin banyak dan akhirnya tempat ini dijuluki sebagai “Gultik” alias gulai tikungan. Saat malam tiba, jajaran gerobak mulai berjejer, menawarkan sepiring gulai dengan harga murah meriah.
Daya tarik gultik bukan hanya karena harganya yang ekonomis, tapi juga karena suasananya yang khas. Duduk di kursi plastik pinggir jalan, makan gulai hangat sambil ditemani lalu lintas malam Jakarta, jadi pengalaman tersendiri yang tak bisa kamu dapatkan di tempat lain. Nggak heran kalau gultik selalu jadi rekomendasi kuliner malam buat siapa pun yang datang ke Jakarta.
Bahkan dalam berbagai ulasan di media seperti Omela, Rukita, dan Telkomsel Jelajah, disebutkan bahwa gultik menjadi pilihan utama anak muda hingga orang tua yang ingin menikmati hidangan tradisional dengan gaya santai. Ditambah lagi, lokasi Blok M yang strategis, dekat terminal, pusat perbelanjaan, dan stasiun MRT, membuat akses menuju gultik jadi sangat mudah.
Gultik Blok M Daging Apa Sih?
Pertanyaan yang sering muncul soal gulai tikungan adalah: gultik blok m daging apa sih sebenernya? Nah, jawabannya cukup simpel: mayoritas gultik menggunakan daging sapi. Tapi bukan sembarang potongan daging premium, melainkan bagian-bagian yang empuk seperti tetelan, kikil, atau urat yang dimasak lama hingga teksturnya lembut dan gurih.
Daging tersebut kemudian dimasak dalam kuah gulai kuning khas yang terbuat dari santan, bumbu rempah seperti kunyit, lengkuas, serai, dan bawang. Inilah yang membuat aroma gultik begitu khas, dan rasa kuahnya begitu menggoda lidah. Banyak juga pedagang yang menawarkan topping tambahan seperti telur rebus, emping, atau sate usus untuk menemani semangkuk gulai hangatmu.
Jika kamu penasaran dengan rasa asli gulai kampung yang autentik, gultik ini adalah jawaban yang pas. Karena meski disajikan secara sederhana, rasanya nggak kalah dengan gulai rumah makan besar. Bahkan beberapa food vlogger menyebut gultik sebagai versi “gulai street food terenak di Jakarta”.
Gultik Blok M Buka Jam Berapa?
Waktu operasional gultik biasanya dimulai pada sore hari hingga larut malam, bahkan beberapa pedagang tetap buka hingga pukul 02.00 dini hari. Ini cocok banget buat kamu yang lagi kelaparan tengah malam atau baru pulang nongkrong dari kafe di sekitar Blok M.
Kebanyakan warung gultik mulai buka sekitar pukul 17.00 WIB. Namun karena sifatnya kaki lima dan tidak ada jadwal resmi, jam buka bisa sedikit berbeda tergantung pedagang. Disarankan datang mulai pukul 18.00 agar bisa menikmati suasana meriah dan tidak kehabisan tempat duduk.
Karena tempat ini terkenal ramai, apalagi saat akhir pekan, ada baiknya kamu datang lebih awal. Selain lebih leluasa pilih tempat duduk, kamu juga bisa menjajal beberapa lapak sekaligus. Karena tiap pedagang punya racikan bumbu gulai yang sedikit berbeda, sensasinya bisa kamu eksplorasi lebih lanjut.
Gultik Blok M yang Enak dan Rekomendasi Gerobak Favorit
Meski semua lapak di gultik menyajikan menu yang serupa, tapi tetap saja tiap gerobak punya pelanggan setia masing-masing. Beberapa pengunjung mengaku punya favorit pribadi berdasarkan kekentalan kuah, kelembutan daging, hingga sambalnya yang pedas nagih. Lalu gultik blok m yang enak gerobak yang mana?
Beberapa nama yang sering muncul sebagai gultik paling enak antara lain:
- Gultik Bang Adi: kuah kental dan daging melimpah
- Gultik Mas Toni: sambal khas dan lontongnya besar-besar
- Gultik Ibu Yani: terkenal karena aroma gulainya yang kuat dan porsi yang pas
Kamu bisa coba satu per satu dan bandingkan sendiri. Serunya, semua pedagang di sana sangat terbuka dan ramah, jadi kamu bisa ngobrol santai sambil nunggu pesanan datang.
Harga Sepiring Gultik Blok M
Salah satu alasan kenapa gultik tetap eksis sampai sekarang adalah karena harganya yang murah meriah. Bayangin, hanya dengan Rp10.000 – Rp15.000 kamu sudah bisa dapat sepiring gulai lengkap dengan lontong, kerupuk, dan sambal. Bahkan dengan Rp30.000 saja kamu bisa makan dua porsi kenyang dan masih bisa nambah sate-satean.
Meski murah, rasa yang ditawarkan tidak murahan. Inilah yang membuat gulai tikungan blok m paling enak selalu jadi perbincangan di media sosial. Selain itu, kamu juga bisa memesan untuk dibungkus atau pesan lewat ojol jika sedang malas keluar rumah.
Gultik Blok M Barito dan Lokasi Alternatif
Kalau kamu ingin suasana yang sedikit lebih tenang dari keramaian Blok M, kamu bisa coba lokasi gultik Blok M Barito yang tidak kalah terkenal. Area Barito ini dikenal dengan deretan kuliner malam juga, dan beberapa pedagang gultik sudah mulai ekspansi ke sana.
Meskipun suasananya tidak selegendaris Blok M Square, tapi rasa gulainya tetap khas. Bahkan karena lebih sepi, kamu bisa menikmati gulai lebih santai tanpa harus rebutan kursi. Beberapa tempat juga menyediakan tenda dan lighting yang cukup nyaman buat makan bareng keluarga.
Kenapa Gultik Wajib Kamu Coba?
Gultik bukan cuma kuliner murah, tapi juga representasi budaya makan malam orang Jakarta. Tempat ini menyatukan berbagai kalangan dalam satu pengalaman makan kaki lima yang khas dan bersahabat. Mulai dari pekerja kantoran, pelajar, selebritas, hingga wisatawan mancanegara bisa duduk bareng tanpa sekat.
Selain itu, gulai tikungan blok m menjadi salah satu kuliner yang sukses mempertahankan eksistensinya meski zaman berubah. Di tengah serbuan restoran cepat saji dan cafe kekinian, gultik tetap jadi pilihan utama banyak orang.
FAQ
1. Gultik Blok M daging apa?
Mayoritas menggunakan daging sapi, seperti tetelan, urat, dan kikil.
2. Gultik Blok M buka jam berapa?
Rata-rata buka pukul 17.00 hingga 02.00 dini hari.
3. Berapa harga seporsi gulai tikungan Blok M?
Sekitar Rp10.000 – Rp15.000 per porsi.
4. Apa gultik Blok M paling enak?
Beberapa gerobak favorit adalah Gultik Bang Adi, Mas Toni, dan Ibu Yani.
5. Apa bisa pesan gultik lewat online?
Ya, sebagian pedagang sudah tersedia di aplikasi ojek online seperti GoFood dan GrabFood.