31.1 C
Jakarta
Friday, August 29, 2025

Jakarta World Folklore Festival 2025 Gaet 82 Negara dan Targetkan Jakarta Sebagai Kota Budaya Global

Must read

Jakarta kembali menggeliat dengan semarak budaya dari seluruh dunia lewat gelaran Jakarta World Folklore Festival 2025. Ajang ini sukses menyedot perhatian publik, pelajar, hingga tokoh-tokoh penting seperti Rano Karno yang hadir dalam penutupan festival. Tidak hanya diramaikan oleh parade budaya, acara ini juga menjadi tonggak besar dalam promosi Jakarta sebagai kota budaya global yang modern namun tetap akrab dengan akar tradisinya.

Kehadiran acara ini menjadi warna baru dalam kalender kegiatan seni budaya di Ibu Kota. Terutama karena festival ini bukan sekadar pertunjukan budaya biasa, melainkan sebuah langkah diplomasi budaya yang membawa dampak nyata bagi citra Jakarta di mata internasional. Jakarta world folklore festival mengundang berbagai delegasi negara dan menyuguhkan pertunjukan spektakuler yang memperkuat posisi Jakarta sebagai pusat budaya kreatif di Asia Tenggara.

Antusiasme masyarakat dan pelajar juga begitu tinggi, terbukti dari partisipasi sekolah seperti SMP Islam Al Azhar 1 Jakarta yang turut memeriahkan gelaran. Kegiatan ini tak hanya menjadi hiburan, tetapi juga sarana edukatif yang memperkenalkan keragaman budaya dunia kepada generasi muda Indonesia.

Semarak Budaya dari Berbagai Negara Hadir di JWFF

Jakarta World Folklore Festival tahun ini menghadirkan delegasi budaya dari puluhan negara. Parade kostum, musik tradisional, hingga tarian khas menjadi suguhan utama yang menyita perhatian masyarakat. Kemeriahan semakin terasa karena acara berlangsung di sejumlah titik strategis di Jakarta, termasuk saat momen Car Free Day (CFD) yang disulap menjadi panggung budaya terbuka.

Kegiatan ini bukan hanya soal pertunjukan, tapi juga mempererat hubungan antarbangsa melalui pendekatan budaya. Dengan menampilkan tarian tradisional hingga pertunjukan seni dari luar negeri, Jakarta menunjukkan keterbukaannya terhadap keberagaman. Festival ini juga mengajak komunitas lokal untuk berpartisipasi, menciptakan suasana inklusif yang mempertemukan budaya global dan lokal dalam satu ruang perayaan.

Para delegasi mengenakan pakaian tradisional warna-warni yang menjadi daya tarik visual tersendiri. Dari penari folklore asal Eropa Timur, kelompok seni dari Asia, hingga seniman lokal Indonesia, semua berbaur dalam satu panggung budaya yang luar biasa. Momentum ini dimanfaatkan pula oleh pelajar dan komunitas seni untuk menampilkan karya mereka.

Dukungan Rano Karno dan Target Tahun Depan

Penutupan Jakarta World Folklore Festival 2025 dipimpin langsung oleh Rano Karno, tokoh seni dan pejabat yang kini turut aktif mendorong kemajuan budaya di Jakarta. Dalam pidatonya, Rano menyebut bahwa festival ini tidak hanya sukses sebagai acara hiburan, tetapi juga sebagai ajang promosi budaya yang sangat strategis.

Ia bahkan menargetkan partisipasi 82 negara dalam gelaran berikutnya di tahun 2027. Langkah ini sejalan dengan misi menjadikan Jakarta sebagai kota budaya global. Bagi Rano Karno, JWFF adalah cara untuk membuka ruang kolaborasi antarbudaya dan memperkuat identitas Indonesia dalam diplomasi internasional.

Rano juga menyampaikan apresiasinya terhadap panitia penyelenggara dan seluruh peserta yang membuat acara ini berjalan dengan sangat baik. Ia menekankan pentingnya menjaga konsistensi pelaksanaan festival tiap tahun agar efek positifnya semakin luas.

Peran Sekolah dan Komunitas dalam Festival

Salah satu yang menarik perhatian dalam JWFF 2025 adalah keterlibatan pelajar dan komunitas sekolah. Misalnya, SMP Islam Al Azhar 1 Jakarta turut ambil bagian dalam parade budaya dan pertunjukan seni. Para siswa menampilkan tarian daerah, mengenakan pakaian adat, dan ikut serta dalam workshop budaya.

Partisipasi ini menjadi sarana pengenalan budaya kepada generasi muda yang sangat efektif. Tidak hanya melihat dari jarak jauh, para pelajar justru dilibatkan secara aktif sehingga mereka punya pengalaman langsung dalam mengenal budaya dunia.

Kegiatan ini juga menjadi momentum sekolah-sekolah untuk mempererat relasi dengan komunitas internasional. Banyak sekolah memanfaatkan kesempatan ini untuk menjalin kerjasama budaya, mengadakan pertukaran seni, hingga membuka ruang dialog antarbudaya dalam lingkup pendidikan.

Lokasi Strategis dan Antusiasme Warga

Salah satu alasan JWFF 2025 ramai disambut warga adalah karena lokasi pelaksanaannya yang strategis. Beberapa rangkaian kegiatan dilakukan di Balai Kota DKI Jakarta, CFD Sudirman-Thamrin, hingga pusat-pusat kebudayaan yang mudah dijangkau masyarakat.

Warga dari berbagai usia turut meramaikan festival. Mereka datang bersama keluarga, komunitas, hingga sekolah untuk menyaksikan berbagai pertunjukan budaya. Festival ini memberi ruang alternatif hiburan dan edukasi yang menyenangkan bagi warga Jakarta dan sekitarnya.

Pihak penyelenggara juga memaksimalkan media sosial dan publikasi digital untuk menjangkau lebih banyak audiens. Kampanye melalui akun resmi JWFF dan promosi dari tokoh publik terbukti meningkatkan awareness masyarakat terhadap festival ini.

Dampak Positif Terhadap Citra Jakarta

Jakarta World Folklore Festival tidak hanya berdampak bagi peserta dan penonton, tetapi juga memberikan efek positif terhadap branding kota Jakarta. Kehadiran festival ini mengangkat citra Jakarta sebagai kota yang modern namun tetap menjaga budaya lokal dan terbuka terhadap perbedaan.

Dengan perencanaan yang matang dan dukungan berbagai pihak, Jakarta perlahan-lahan menjelma menjadi kota budaya yang menarik minat wisatawan domestik maupun mancanegara. Festival seperti ini diharapkan bisa menjadi agenda rutin yang mendatangkan manfaat ekonomi dan sosial.

Berbagai pelaku UMKM, seniman lokal, hingga pengusaha pariwisata juga mendapatkan dampak positif dari festival ini. Kehadiran tamu dari luar negeri membuka peluang kerjasama, pertukaran budaya, hingga investasi di bidang pariwisata kreatif.

Jakarta World Folklore Festival 2025 menjadi bukti bahwa budaya bisa menyatukan masyarakat dari berbagai latar belakang. Kemeriahan acara, keterlibatan pelajar, dukungan tokoh publik, serta kehadiran delegasi asing membuat acara ini sukses dalam banyak aspek.

Harapan ke depan, festival ini bisa terus diselenggarakan tiap tahun dan menjangkau lebih banyak negara, lebih banyak komunitas, serta lebih banyak warga. Jakarta punya potensi besar untuk menjadi panggung budaya dunia—dan JWFF adalah salah satu jalannya.

FAQ

Apa itu Jakarta World Folklore Festival?
Sebuah festival budaya internasional yang menampilkan parade dan pertunjukan seni dari berbagai negara di Jakarta.

Kapan Jakarta World Folklore Festival 2025 berlangsung?
Festival ini berlangsung pada awal Agustus 2025 dan ditutup oleh Rano Karno secara resmi.

Berapa banyak negara yang ikut serta?
Tahun ini puluhan negara ikut serta, dan ditargetkan mencapai 82 negara pada gelaran selanjutnya.

Dimana lokasi Jakarta World Folklore Festival?
Di berbagai titik strategis Jakarta seperti Balai Kota, CFD Sudirman-Thamrin, dan sekolah partisipan.

Siapa yang bisa ikut dalam acara ini?
Terbuka untuk umum, pelajar, komunitas budaya, dan delegasi dari berbagai negara.

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest article